ekobudianto - Perselingkuhan bisa menjadi kunci sebuah pernikahan yang bahagia? Bukannya malah justru kunci untuk terjadinya perceraian? Ternyata tidak, menurut ilmuwan sosial dan pengarang buku, Catherine Hakim yang menulis buku “The New Rules : Internet Dating, Playfairs and Erotic Power”.
Dia mengklaim bahwa perselingkuhan dan affair yang terjadi dalam pernikahan yang dirahasikan bisa memegang peranan penting dalam sebuah pernikahan yang bahagia.
Tentunya Catherine tidak mengatakan bahwa mereka yang menginginkan sebuah pernikahan yang bahagia atau hubungan asmara yang bahagia harus berselingkuh. Tapi dia memang membandingkan perselingkuhan dengan makan di restoran.
“Fakta bahwa kita makan di rumah dengan istri atau suami, bukan berarti kita tidak boleh makan di restoran untuk mencoba berbagai jenis makanan dan minuman dengan teman atau rekan kerja,” tulisnya dilansir dari IndiaWest.com.
“Siapapun yang menolak sebuah pendekatan segar dari pernikahan dan perselingkuhan, dengan seperangkat aturan baru, gagal untuk mengenali manfaat dari kehidupan seks yang direvitalisasi di luar rumah,” tambahnya.
Ada banyak sosiolog yang telah lama menanyakan bagaimana sifat alami dari konsep monogami atau “ mengikat sebuah hubungan ekslusif hanya dengan satu orang”. Tapi rupanya masyarakat masih belum terbuka dengan konsep ini dan menganggap bahwa ketidaksetiaan dalam pernikahan menyebabkan banyak masalah di dalam keluarga yang mengakibatkan perceraian.
Hakim menekankan bahwa perselingkuhan lebih diterima di beberapa kebudayaan di Eropa yang juga memiliki tingkat perceraian yang lebih rendah dibandingkan dengan di negara-negara Barat? Kebetulankah?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar