Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 April 2013

Aplikasi yang dapat Membantu Orangtua untuk Memantau Anak Gunakan Internet

Reko blog's - Aplikasi selular diluncurkan untuk membantu orangtua mengontrol penggunaan Internet dan telepon pintar oleh anak-anak.

Sebuah studi dari Pew Research Center menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga remaja di Amerika Serikat memiliki telepon pintar, naik dari lebih dari seperlima pada 2011.

Hampir dari setengah pengguna ini menggunakan telepon untuk mengakses Internet, membuat orangtua sulit memantau perilaku mereka.

“Ketika Anda memiliki telepon pintar, pada dasarnya Anda memiliki Internet di saku Anda, di mana saja, jauh dari pantauan orangtua,” ujar Anooj Shah, sebuah mitra di perusahaan berbasis di Toronto, Kytephone, yang mengembangkan aplikasi-
aplikasi teknologi.

Aplikasi Kytephone membuat orangtua dapat mengontrol aplikasi dan situs yang digunakan anak-anak dan orang-orang yang mengirim pesan dan telepon kepada mereka.

Perusahaan ini pada Senin (1/4) meluncurkan Kytetime untuk remaja berusia 13 sampai 17 tahun. Aplikasi baru tersebut memiliki banyak fitur yang sama dengan Kytephone namun tidak termasuk kemampuan untuk memblokir panggilan.

Pada awal bulan ini, Net Nanny, sebuah perusahaan perangkat lunak pemantau, meluncurkan aplikasi perambah untuk sistem operasi Apple Inc, iOS, untuk menyaring konten Web dan memblokir hal-hal yang tidak pantas.

“Telepon pintar dan tablet komputer telah menambah teknologi baru, dengan tantangan-tantangan baru (untuk orangtua) – kemampuan merambah laman secara penuh, pesan tidak terbatas, akses terhadap ratusan ribu aplikasi yang baik, buruk dan berbahaya,” ujar Russ Warner, CEO perusahaan berbasis di Salt Lake City tersebut.

Versi Android dari Net Nanny, dijual seharga US$12,99, dapat mengontrol aplikasi mana yang bisa digunakan anak-anak.

Aplikasi ini juga tersedia untuk alat-alat yang memakai iOS, dengan aplikasi yang lebih sedikit, untuk $4,99.

Perusahaan ini juga mengeluarkan Net Nanny Social, alat berbasis Web dan berdasarkan langganan yang membantu orangtua memantau masalah-masalah seperti ‘bullying’ di dunia maya, pemangsa seksual dan pencurian identitas di jaringan sosial termasuk Facebook dan Twitter. Layanan ini berbiaya $ 19,99 per tahun.

Bagi orangtua dengan anak-anak berusia 2 sampai 8 tahun, Playrific dari Boston memiliki aplikasi gratis dengan perambah yang dikunci sehingga anak-anak hanya bisa melihat konten yang sesuai untuk mereka, termasuk video pendidikan, permainan
interaktif dan buku.

Aplikasi tersebut, yang tersedia untuk Android, iPad dan Web, menyaring konten berdasarkan hal-hal yang menarik bagi anak.

Selasa, 09 April 2013

Bagaimana Cara Memarahi Anak dengan Bijak?

TEMPO.CO - Mendidik anak dengan memarahi mereka ternyata juga membutuhkan teknik khusus. Salah memarahi anak bisa berdampak fatal kepada perkembangan psikologi mereka.

Politikus Zannuba Arifah Chasof mengatakan tak haram jika orang tua merasa marah. Menurutnya, orang tua berhak marah kepada anak untuk memberikan pembelajaran berdisiplin dan agar anak tidak mengulangi kesalahannya. Tapi, kata wanita yang biasa disapa Yenny Wahid ini, kemarahan diungkapkan dengan perkataan pelan dan bijak, lalu ia mengajak anaknya bicara dari hati ke hati. Kemudian dia biasanya menutup dengan memberikan pelukan dan ciuman. “Ini sebagai tanda, meski kita memarahinya, namun kita tetap sayang dia.”

Sementara psikolog anak, Ayu Tirtagana, mengatakan memarahi anak balita yang berbuat salah memang harus dengan cara yang bijak. “Orang tua tidak boleh terlalu keras, misalnya membentak kasar, apalagi memukul,” kata Ayu, yang ditemui di klinik Buah Hati, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kalau anak berbuat salah, kata Ayu, sebaiknya orang tua menarik napas panjang atau pergi ke ruangan lain untuk menetralkan emosi dan kemarahan. Setelah tenang, barulah kembali ke si kecil. “Tunjukkan sikap marah Anda dengan bijak. Karena anak balita akan menanam bentuk apa pun, termasuk sikap kemarahan orang tua terhadapnya, dan berakibat pada pertumbuhan jiwanya di masa mendatang.”

Menurut Ayu, ada banyak orang tua pemarah yang biasanya pada masa kecilnya pernah mengalami sebuah peristiwa yang membekas di benaknya ketika dimarahi saat melakukan kesalahan, bahkan dipukul orang tuanya. “Apa yang terjadi saat kecil berakibat pada seseorang di saat dewasa nanti,” ujar dia.

Psikolog anak lainnya, Anna Surti Ariani, sepakat soal perlunya teguran terhadap anak balita yang berbuat salah. “Kalau ditegur, karena yang melakukan kesalahan masih kecil, kita bisa mengajarinya tentang sikap atau perbuatan salah yang tidak boleh diulangi lagi,” katanya.

Psikolog dari Universitas Indonesia ini mengingatkan, dalam menghadapi kondisi tersebut, harus ada pembelajaran dari kedua belah pihak.

Dengan menegur si kecil, hal ini mengajarinya bagaimana menghadapi persoalan. “Hal ini akan membantunya menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri. Jadi tidak harus dibentak atau dipukul,” katanya. Di sisi lain, Anna menegaskan orang tua harus belajar mengendalikan emosi.

Minggu, 07 April 2013

6 Hal Jorok yang Dilakukan Oleh Anak-Anak

Reko blog's - Meski terkadang anak-anak bisa jadi sangat lucu dan menggemaskan, namun anak-anak juga bisa melakukan beberapa tingkah yang termasuk jorok.

Apa saja hal jorok yang dilakukan oleh anak-anak? Ini dia daftarnya, seperti dilansir oleh The Stir (26/03) :

1. Buang air besar di bak mandi
Memandikan anak memang bukan hal yang mudah dilakukan, terutama jika anak Anda tak suka bermain air. Namun ada yang lebih menyulitkan, yaitu jika anak tiba-tiba buang air besar saat dimandikan. Hal ini mungkin tak sering terjadi, namun bisa saja dialami oleh beberapa orang.

2. Menyembunyikan kotoran hidung
Semua orang suka mengupil, bahkan anak-anak. Ini wajar dilakukan untuk membersihkan lubang hidung. Namun alih-alih
membuat kotoran hidung pada tissue, wastafel, atau tempat sampah seperti orang dewasa, anak-anak suka meletakkan kotoran hidung mereka sembarangan. Tempat favorit untuk menempelkan kotoran hidung biasanya adalah tembok atau di bawah meja.

3. Memakan makanan yang jatuh ke lantai
Anak-anak belum tahu konsep tentang kebersihan. Untuk itulah kadang mereka tak peduli ketika makanan mereka jatuh di lantai. Tanpa rasa bersalah atau jijik mereka akan mengambilnya dan memakannya lagi.

4. Bermain pakaian kotor
Sekali lagi, anak-anak tak mengenal kata kotor. Mereka tak tahu bahwa celana dalam yang baru mereka pakai itu sudah berbau atau kotor. Biasanya mereka suka bermain dengan pakaian kotor mereka, entah dengan memegangnya atau menaruhnya di kepala.

5. Suka memainkan bagian tubuh
Ini biasanya dilakukan oleh anak laki-laki. Ketika asyik bermain, bisa saja mereka tiba-tiba meletakan tangan ke dalam celana dan memainkan alat kelamin mereka. Hal ini sebenarnya wajar dilakukan anak-anak. Namun bagaimana jika mereka melakukannya di depan umum? Terlebih lagi jika setelah bermain dengan alat kelamin, tangan kotor mereka langsung memegang makanan.

6. Mereka menjilat semuanya
Bagi anak-anak tak ada obyek yang aman. Mereka tak akan pernah kehabisan mainan. Ketika sudah bosan bisa saja mereka mulai menjilati apapun yang ada di sekitar mereka. Mulai dari mainan, buku, pakaian, meja, lantai, atau'apapun. Meski terkadang tingkah jorok anak-anak juga bisa terlihat menggemaskan, namun sebaiknya orang tua waspada dengan risikonya. Beberapa tingkah jorok yang dilakukan anak bisa membahayakan kesehatan mereka, jadi tugas orang tua lah untuk mengajarkan pada anak-anak.

Jumat, 05 April 2013

Anak Bisa Bertanya 300 Kali Pada Ibu Dalam Sehari

Reko blog's - Menjadi ibu memang
menyenangkan sekaligus penuh tantangan. Pasalnya dalam sehari, para ibu bisa dibombardir sekitar
300 pertanyaan dari anaknya, demikian menurut penelitian
terbaru.

Bukan cuma itu, anak perempuan usia empat tahun adalah tipe yang paling penasaran. Mereka bahkan bisa memberikan pertanyaan sebanyak 390 kali pada ibunya dalam sehari!

Selama 12 jam, dari waktu sarapan sampai makan malam, para ibu dari Inggris harus siap mendengar pertanyaan dari buah hatinya. Jika dikira-kira, setiap dua menit 36 detik sekali, muncul satu pertanyaan dari anak untuk ibunya.

Kebanyakan pertanyaan yang dilontarkan anak muncul waktu makan. Peringkat kedua ditempati waktu jalan-jalan dan diikuti dengan cerita sebelum tidur.

Uniknya, sebanyak 82 persen anak cenderung suka bertanya pada ibunya terlebih dahulu daripada ayah. Sebab 24 persen dari anak tersebut mengaku jika bertanya pada ayah, jawabannya selalu sama, "Tanyakan pada ibumu."

Sebagaimana dilansir dari Yahoo News, pertanyaan anak memang susah-susah gampang. Bahkan salah satunya bisa berbunyi, "Kenapa air itu basah?" atau "Bayangan terbuat dari apa?" Sementara pertanyaan aneh dan sedikit membuat gemas dari anak biasanya adalah, "Kenapa ibu tua sekali?" dan "Kenapa aku harus sekolah?"

Penelitian yang melibatkan 1.000 ibu dan anaknya yang berusia 2-10 tahun ini juga menemukan fakta kalau semakin tua, pertanyaan yang diberikan memang semakin sedikit tetapi juga semakin sulit.

Sembilan dari sepuluh ibu lucunya berusaha mencari jawaban dari anaknya dengan browsing di Google.

Bagaimana dengan Anda?

Rabu, 03 April 2013

Menulis Fiksi Dapat Membantu Anak untuk Mengontrol Emosi

Reko blog's - Menulis cerita untuk mengontrol emosi anak adalah sebuah proyek yang dilakukan di Worle Community School di Weston-super-Mare. Mereka membantu murid di sana untuk mengontrol emosi mereka melalui cerita, baik mendengarkan maupun menulis cerita fiksi.

Penelitian menunjukkan bahwa menulis cerita bisa memberikan motivasi pada anak-anak untuk mengenali emosi mereka sendiri. Tak hanya itu, anak-anak juga bisa mengendalikan emosi mereka melalui penulisan cerita, membaca cerita pada anak lainnya, atau menggambar.

Pertama, anak diminta untuk mengenali emosi mereka sendiri dan menentukan tingkat emosi mereka saat itu. Hasilnya akan menentukan cerita apa yang sesuai untuk mereka. Misalkan ketika anak sedang marah, cerita yang muncul adalah "Dahulu kala, ada naga yang sangat-sangat marah..." Kemudian anak tersebut diminta menuliskan kelanjutan ceritanya.

Di akhir kegiatan anak diminta untuk membacakan cerita mereka pada yang lain. Seringkali penjelasan mengenai emosi anak bisa didapatkan dari cerita mereka. Fasilitator akan mencatat cerita mereka dan memberikan masukan serta penilaian.

Hal ini diketahui efektif untuk membantu anak melepaskan emosi dan perasaan mereka, serta
membantu guru untuk mengetahui lebih dalam mengenai apa yang dialami murid, seperti dilansir oleh BBC (20/03).

Murid yang terlibat dalam proyek ini menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sangat membantu mereka mengontrol dan melepaskan emosi.

Ketika mereka merasa depresi, mendengarkan dan menulis cerita mengenai hal itu, di akhir sesi mereka lebih gembira.

Kegiatan ini tak memaksa murid untuk memperlihatkan emosi atau mengungkap masalah pribadinya. Mereka bisa mengikuti sesi tersebut jika bersedia. Selain itu, kontrol untuk melanjutkan menulis atau mendengarkan cerita sepenuhnya ada di tangan anak. Mereka bisa berhenti jika ingin.

Cara yang menarik ini tampaknya bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari bagi orang tua yang kesulitan mengenali atau
mengendalikan emosi anak mereka. Juga bagi guru yang berusaha membantu murid-murid.

MiiPC : Komputer Anak-Anak yang Berbasis Android

Reko blog's - Sebagian orang tua tentu ingin memperkenalkan perangkat komputer pada anak mereka sejak dini. MiiPC bisa menjadi jawaban yang tepat untuk kebutuhan tersebut.

Pada 25 Maret, perusahaan bernama ZeroDekstop resmi meluncurkan sebuah dekstop atau perangkat komputer yang didesain khusus untuk anak-anak.

Dekstop ini mempunyai keunggulan berupa fitur multiple user accounts. Akun tersebut dapat dikontrol dan dimonitor dengan sistem real time melalui dukungan aplikasi iOS maupun Android. Hal ini membuat para orang tua dapat mengawasi kegiatan yang dilakukan anaknya ketika menggunakan MiiPC secara langsung.

Dikutip dari Engadget (27/03), MiiPC dilengkapi dengan layar monitor berukuran 4.7 x 4.7 x 3.1 inci. PC ini beroperasi menggunakan Android 4.2 Jelly Bean. MiiPC juga didukung prosesor 1.2 GHz dual core Marvel New Armada SoC yang dilengkapi dengan 1 GB RAM dan 4GB flash storage. Fasilitas berupa koneksi Bluetooth juga sudah dibenamkan pada perangkat komputer ini.

Desain CPU pada MiiPC juga terkesan minimalis, dengan slot SD card berada di bagian depan. Untuk tombol power berada di bagian atas CPU. Port seperti port USB, HDMI, dan analog audio, ethernet, dan kelistrikan berada pada bagian belakang CPU.

Dengan fitur yang ditawarkan di atas dan keunggulan dalam sistem pengawasan orang tua, MiiPC ditawarkan dengan harga USD 99 atau sekitar Rp 960 ribu.

Senin, 01 April 2013

6 Tips Jika Anak Merengek Meminta untuk Main Hujan-Hujanan

Liputan6.com - Ketika hujan turun, biasanya anak-anak terdorong untuk bermain air di luar. Belari-lari atau sekedar menengadahkan wajah dan tangan untuk bermain dengan titik-titik air hujan.

Hal itu bisa membuat anak-anak sakit. Di tambah lagi, genangan air hujan kotor dan bisa membuat kulit gatal-gatal.

Jika anak tetap bandel ingin bermain air hujan, ajak lakukan aktivitas lain yang tidak kalah seru seperti dikutip dari Red Book, Sabtu (30/3/2013) :

1.Bermain di bak mandi
Sebuah cara jitu untuk membuat anak-anak kembali tersenyum setelah dilarang mandi hujan adalah mengajaknya bermain di bak mandi. Berikan pakaian renang dan biarkan anak-anak bermain di bak mandi yang berisi banyak mainan. Jadi, anak-anak bisa mandi sambil bermain. Tapi, jangan terlalu lama karena tidak baik untuk anak-anak.

2.Bermain cat
Sediakan beberapa cat di rumah. Dan ketika hujan, bisa mengajak anak-anak bermain kreativitas menggunakan cat. Bisa dengan mengecat tangan kemudian menempelkannya di kertas gambar. Menggabungkan warna cat untuk melukis di atas kaus bekas. Tentu akan sangat menyenangkan.

3.Pasang tenda
Punya tenda mini untuk kemah? Keluarkan saat di luar sedang turun hujan. Berpura-pura main kemah-kemahan bersama anak. Jika tidak punya, bisa menaruh empat kursi dengan diberi jarak. Ambil selimut besar, lalu ikat di setiap kursi hingga tertutup keempat sisinya. Sama seperti tenda bukan?

4.Bikin kue
Saat hari hujan sangat pas mengajak anak membuat kue. Biasanya, saat cuaca dingin perut terasa lapar. Buat adonan bersama lalu masukkan ke oven. Anak-anak akan antusias menunggu. Setelah matang, taruh adonan di piring. Ambil krim dan coklat, biarkan anak menghias kue dengan kreativitasnya.

5.Nonton film bersama
Saat hujan, nonton film bersama akan menyenangkan. Pilih beberapa DVD animasi yang lucu. Siapkan beberapa camilan dan selimut. Dan siap untuk nonton bersama.

6.Keluar dengan memakai jas hujan
Jika bosan di dalam saat hujan, ajak anak ke depan rumah sebentar. Lalu, bermain genangan air bersama. Tapi, jika hujan terlalu deras, segera masuk ke rumah dan ajak bermain di dalam. Seperti yang disebutkan di atas.

Minggu, 31 Maret 2013

Anak 4 Tahun Mempunyai 390 Pertanyaan Setiap Hari

Liputan6.com - Tidak aneh ya jika seringkali Anda menilai anak anda terlelu banyak bicara atau bertanya karena peneliti baru-baru ini menghitung anak-anak bertanya setiap hari.

Penelitian ini juga menunjukkan kalau anak usia 4 tahun rasa ingi tahunya lebih besar karena dalam sehari memiliki 390 pertanyaan.

Pertanyaan yang sering ditanyakan anak biasanya juga hal ringan namun sulit dijawab oleh orangtua misalnya seperti mengapa air basah?, mengapa langit berwarna biru?' mengapa ikan bernapas dalam air? dan sebagainya.

Menurut peneliti, sebagian besar pertanyaan yang diajukan anak adalah selama waktu makan atau sewaktu bermain dan jika dihitung, anak usia empat tahun akan bertanya sekitar satu menit 56 detik dari dirinya bangun tidur. " Anak usia empat tahun yang paling ingin tahu.

Sementara laki-laki akan mulai berpikir dan mulai tahu tentang sesuatu di usia sembilan tahun dan laki-laki hanya mengajukan pertanyaan sekitar 144 per hari," kata peneliti, seperti dilansir Dailymail, Sabtu (30/3/2013).

Yang mengagumkan menurut peneliti adalah seorang ibu bisa menjawab 288 pertanyaan dari anaknya. Bahkan sekitar 82 persen anak akan meminta ibunya untuk menjawab pertanyaannya setelah sebelumnya bertanya kepada ayahnya dan 24 persennya mengaku bertanya pada ibunya karena ayah yang meminta ibunya untuk menjawab.

Penelitian ini dilakukan dengan melakukan metode survei yang mengikutkan 1.000 ibu rumah tangga yang memiliki anak usia 2 hingga 10 tahun. Peneliti mengungkapkan kalau penghitungan ini sudah dimulai sejak sarapan pagi bersama keluarga dan membuktikan kalau jumlah pertanyaan yang diajukan oleh anak-anak berbeda dengan usia dan jenis kelamin.

10 Penyakit Paling Berbahaya Pada Anak

KOMPAS.com - Dalam perkembangan teknologi dan pengetahuan dunia kedokteran modern telah ditemukan berbagai cara mencegah terjadinya penyakit, khususnya penemuan teknologi modern vaksinasi. Namun, meski telah banyak ditemukan berbagai imunisasi pada anak, tetap saja berbagai penyakit berbahaya mengancam jiwa sebagian anak-anak di dunia.

Hal ini terjadi karena program imunisasi yang telah dijalankan oleh berbagai negara di dunia tidak dapat berjalan sesuai yang dikehendaki karena berbagai faktor. Penyebab utama tidak terlaksananya program imunisasi adalah rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat, khususnya di negara berkembang, tentang pentingnya imunisasi. Terlebih lagi, saat ini, sebagian kelompok tertentu tengah gencar melakukan kampanye hitam atau black campaign tentang imunisasi.

Inilah 10 penyakit paling berbahaya pada anak :

1. Infeksi saluran napas bawah
Penyakit mematikan di dunia modern adalah sejumlah infeksi pernapasan bagian bawah. Infeksi saluran pernapasan bawah termasuk pneumonia dan bronkitis. Sulit untuk percaya, tetapi faktanya infeksi saluran pernapasan bawah jauh melebihi jumlah korban tewas di seluruh dunia dibanding AIDS dan malaria.
Angka kematian : lebih dari 4 juta jiwa setiap tahun.

2. HIV / AIDS
Angka kejadian : sekitar 39,4 juta orang yang hidup dengan AIDS. HIV atau human immunodeficiency virus tidak lebih dari pengikisan terhadap sistem kekebalan tubuh seseorang, ketika pasien rentan terhadap infeksi lain. Adapun AIDS atau acquired immunodeficiency syndrome biasanya mengikutinya dalam waktu 8 sampai 15 tahun, kecuali pasien menerima pengobatan. Sering kali, pasien meninggal karena TB atau pneumonia setelah infeksi AIDS.
Angka kematian : 3 juta jiwa per tahun.

3. Malaria
Angka kejadian : 300-515.000.000 orang didiagnosis masuk dalam kasus ini setiap tahun, dan sebagian besar di antaranya berada di Afrika. Malaria ditularkan oleh hewan paling mematikan di dunia yang dikenal manusia : nyamuk anopheles betina. Bahkan, malaria tidak dapat dialihkan melalui kontak fisik, tetapi tetap saja menyumbang jutaan kematian di seluruh dunia setiap tahun. Statistik menunjukkan bahwa setiap 30 detik seorang anak meninggal akibat malaria di Afrika. Angka kematian : 1-5 juta jiwa setiap tahun.

4. Diare
Angka rata-rata infeksi: 4 miliar kasus didiagnosis setiap tahunnya. Diare pada anak sering disebabkan oleh rotavirus. Penyebab diare lainnya adalah kolera, disentri, dan sejumlah infeksi bakteri lainnya, seperti cacing mikroskopis. Diare mudah disembuhkan jika diobati secara dini. Kebanyakan kematian akibat diare, terutama pada anak-anak, berhubungan dengan dehidrasi. Angka kematian : sekitar 2,2 juta jiwa setiap tahun.

5. Tuberkulosis
Angka kejadian: 2 miliar orang didiagnosis tuberkulosis (TB) setiap tahun. TB membunuh jutaan orang setiap tahun.
Fakta : sepertiga dari populasi dunia terinfeksi. Meski demikian, bahkan dengan semua fakta ini, kasus TB baru masih menjadi diagnosis dari tahun ke tahun. Seolah-olah orang tidak benar-benar peduli lagi akan tertular penyakit. Gejala TB termasuk menggigil, demam, batuk kronis, lemah, dan penurunan berat badan. Hal ini sangat menular serta dapat menyebar melalui bersin dan batuk. TB tidak diragukan lagi merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia dalam hal tingkat kematian.
Angka kematian : 2 juta jiwa setiap tahun.

6. Campak
Angka kejadian : lebih dari 30 juta orang, kebanyakan anak-anak, terinfeksi setiap tahun. Campak dapat dengan mudah disembuhkan, tetapi mematikan jika tidak ditangani. Penyakit ini terjadi terutama pada anak- anak, dan terutama di negara-negara berkembang seperti Afrika dan beberapa di Asia Tenggara. Akan tetapi, virus campak dapat menginfeksi bahkan terhadap orang dewasa. Campak dapat menyebabkan kerusakan otak, kebutaan, dan anak-anak rentan terhadap diare dan pneumonia. Angka kematian : 1.400 orang diperkirakan meninggal akibat campak setiap hari.

7. Batuk rejan
Angka kejadian : 20 sampai 40 juta kasus terdiagnosis setiap tahunnya. Batuk rejan, atau pertusis, adalah penyakit yang sangat mematikan. Hal ini sangat menular dan, sekali seseorang terinfeksi, maka penyakit ini dapat menyebabkan sejumlah penyakit pernapasan akut pada seseorang. Apa yang tampak seperti batuk biasa bisa membunuh Anda. Batuk rejan dapat diobati dengan antibiotik. Namun, vaksin masih menjadi cara untuk mendapat kekebalan yang optimal. Angka kematian : 200.000 sampai 300.000 jiwa setiap tahun.

8. Tetanus
Angka kejadian di dunia : 500.000 kasus didiagnosis setiap tahun. Secara level, tetanus mudah mengalahkan meningitis dan sifilis dengan tingkat infeksi yang tinggi dan korban meninggal. Anda lihat, clostridium tetani, spora tetanus bakteri yang hidup di tanah, dan sebagainya, ada di mana-mana. Sesuatu yang sederhana seperti luka kecil atau luka dapat menginfeksi Anda dengan penyakit beberapa hari setelah kontak dengan permukaan yang kotor. Negara-negara di Asia Tenggara dan Sahara, Afrika, masing-masing memiliki jumlah kematian 82.000 dan 84.000 jiwa setiap tahun, meskipun infeksi tetanus dapat ditemukan di seluruh dunia. Angka kematian : 214.000 orang setiap tahun.

9. Infeksi selaput otak (meningitis)
Meningitis dapat disebabkan bakteri. Penyakit mematikan ke-9 di dunia modern adalah meningitis umum. Jumlah rata-rata infeksi : lebih dari 1 juta orang setiap tahun. Meningitis merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia, tidak hanya dalam hal tingkat kematian, tetapi juga dalam kehidupan setelah pemulihan penuh juga. Infeksi yang fatal meliputi otak dan sumsum daerah tulang belakang. Bahkan, dengan diagnosis dini dan pengobatan yang dilakukan secara segera, 5 sampai 10 persen dari pasien yang
mengalaminya tetap tidak tertolong. Sebanyak 10 sampai 20 persen pasien yang telah sembuh menderita gangguan pendengaran, kerusakan otak, atau ketidakmampuan belajar. Angka kematian : 174.000 jiwa setiap tahun.

10. Difteri
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini termasuk berbahaya dan dapat mengancam jiwa anak dalam cepat. Tanda dan gejala hanya diawali demam dan sakit tenggorokan serta timbulnya bercak putih di tenggorokan. Bila tidak diobati dengan cepat, maka hal ini dapat segera mengancam jiwa karena dapat membuntukan saluran pernapasan, jantung, sehingga dapat dengan cepat mengancam jiwa karena komplikasi tersebut.